Jangan Meminta Musibah – Seri 40 Hadits (17/40)

عَنْ أَنَس رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَادَ رَجُلًا مِنْ الْمُسْلِمِينَ قَدْ خَفَتَ فَصَارَ مِثْلَ الْفَرْخِ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (هَلْ كُنْتَ تَدْعُو بِشَيْءٍ أَوْ تَسْأَلُهُ إِيَّاهُ؟) قَالَ: (نَعَمْ. كُنْتُ أَقُولُ {اللَّهُمَّ مَا كُنْتَ مُعَاقِبِي بِهِ فِي الْآخِرَةِ فَعَجِّلْهُ لِي فِي الدُّنْيَا} فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (سُبْحَانَ اللَّهِ لَا تُطِيقُهُ أَوْ لَا تَسْتَطِيعُهُ أَفَلَا قُلْتَ: {اللَّهُمَّ آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ} قَالَ: (فَدَعَا اللَّهَ لَهُ فَشَفَاهُ)

Diriwayatkan dari Anas radhiyallahu ’anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menjenguk seseorang dari kaum muslimin yang sakit dan sangat kurus bagaikan anak burung. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepadanya: “Apakah kamu pernah berdoa dengan sesuatu atau kamu memintanya?” Laki laki itu menjawab: “Ya, aku pernah berdoa: “Ya Allah, jika Engkau akan menyiksaku di akhirat, maka segerakanlah siksaan itu untukku di dunia.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Subhanallah, kamu tidak akan mampu itu. Mengapa kamu tidak berdoa: “Ya Allah berikan kepada kami di dunia kebaikan dan di akhirat kebaikan dan peliharalah kami dari adzab Neraka” Lalu beliau mendoakan orang itu dan Allahpun memberikan kesembuhan kepadanya.” (HR. Muslim, no. 4853 dan At-Tirmidzi, no. 3409)

Faidah Hadits:

  1. Keteladanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai seorang pemimpin yang dekat dengan rakyatnya dan ketawadlu’an beliau dimana beliau tidak merasa sungkan untuk menjenguk sahabatnya yang sakit serta perhatian beliau dengan para sahabat sebagai rakyat dan masyarakatnya;
  2. Anjuran menjenguk orang sakit;
  3. Isyarat bahwa dosa dan maksiat merupakan salah satu sebab datangnya musibah dan cobaan;
  4. Balasan atas dosa dan kemaksiatan yang dilakukan hamba terkadang Allah segerakan di dunia;
  5. Apabila Allah telah menyegerakan hukuman seorang hambanya yang mukmin atas dosa dan maksiatnya di dunia, maka itu sebagai kaffarah (penghapus) atas dosa-dosanya dan Allah tidak akan –dengan kehendakNya– menyiksanya lagi di akhirat. Berbeda dengan orang kafir di samping hukuman yang Allah segerakan di dunia atas dosa mereka, Allah juga akan menyiksa mereka di akhirat dengan siksaan yang lebih dahsyat, pedih, dan kekal;
  6. Larangan meminta untuk disegerakan hukuman dan balasan di dunia atas dosa yang dilakukan;
  7. Anjuran mengucapkan kalimat “Subhaanallah” ketika kita mendapatkan sesuatu yang menakjubkan, mengherankan atau mengagetkan;
  8. Perintah memberikan nasihat kepada orang yang melakukan kesalahan dan memberikan solusi dan jalan keluar terbaik untuknya;
  9. Anjuran berdoa dengan doa yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
    اللَّهُمَّ آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
    “Ya Allah berikan kepada kami di dunia kebaikan dan di akhirat kebaikan dan peliharalah kami dari adzab Neraka”
  10. Anjuran mendoakan orang yang sakit.

One thought on “Jangan Meminta Musibah – Seri 40 Hadits (17/40)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *